Kalau kau takut mengambil keputusan karena hanya mau mencari posisi aman;
Mungkin orang-orang akan mengatakan: “Kau tidak berwibawa karena tidak tegas”
Tapi saya akan mengatakan: “Kau pengecut!”
Tapi saya akan mengatakan: “Kau pengecut!”
Kalau kau terlalu terburu-buru mengambil keputusan dan membuat sengsara orang-orang yang kau pimpin;
Mugkin orang-orang akan mengatakan: “Kau terlalu ceroboh”
Tapi saya akan mengatakan: “Kau bengis dan haus kuasa!”
Mugkin orang-orang akan mengatakan: “Kau terlalu ceroboh”
Tapi saya akan mengatakan: “Kau bengis dan haus kuasa!”
Maafkan saya yang sampai tega mengatakan semua itu padamu. Tapi yang saya perjuangkan hanyalah impian (ideal kita bersama) ini:
“Mari kita hidup dalam damai,
Mari kita saling mencintai dengan cinta yang benar,
Mari kita saling menghargai sebagai sesama manusia,
Mari kita saling meneguhkan dengan kata-kata yang santun,
Mari kita saling mendukung dengan senyum yang tulus dan menyejukkan!”
“Mari kita hidup dalam damai,
Mari kita saling mencintai dengan cinta yang benar,
Mari kita saling menghargai sebagai sesama manusia,
Mari kita saling meneguhkan dengan kata-kata yang santun,
Mari kita saling mendukung dengan senyum yang tulus dan menyejukkan!”
Semua yang kupinta ini tak ada padamu, juga tak ada padaku. Semua itu milik Allah Tritunggal dan Bunda Maria. Karena itu, marilah kita membangun hidup bersama ini dalam kasih Allah dan belaian keibuan Sang Bunda, bukan hidup dengan memaksakan keinginan kita masing-masing untuk diikuti orang lain.
Yogyakarta, 24 Desember 2018
Todi Manek, CMF

Komentar
Posting Komentar