Langsung ke konten utama

PENUTUPAN KATEKESE "BAPA KAMI"


AUDIENSI UMUM PAUS FRANSISKUS
St. Peter’s Square, Rabu 22 Mei 2019

(Diterjemahkan oleh Todi Manek, CMF)





(gambar Paus Fransiskus diambil dari http://dunia.tempo.co)



Saudara-saudari terkasih: hari ini kita menutup katekese kita mengenai “Bapa Kami”. Yesus telah menyatakan kepada kita doa Kristiani yang berawal dengan keberanian (the audacity) untuk menyapa Allah (sebagai) “Bapa”. Sungguh, setiap ekspresi yang Tuhan kita sendiri gunakan dalam doa mengingatkan kita kembali pada teks “Bapa kami”. Bahkan dalam seluruh Perjanjian Baru, sangatlah jelas bahwa prinsip pertama dari semua doa adalah Roh Kudus, yang terhembus ke dalam hati para murid. Di sini terletak misteri doa Kristiani: yakni oleh karena rahmat kita ditarik ke dalam dialog cinta Allah Tritunggal. Di kayu salib Yesus berseru: “Allahku, Allahku”, dan di sinilah kita temukan titik tumpu relasi dengan Bapa. Hal ini juga memantulkan inti/jantung dari kepercayaan dan doa kita (reflects the heart of our own trust and prayer). Pada bagian akhir dari katekese ini, marilah kita mengulangi doa Yesus ini: “Aku bersyukur kepada-Mu, Bapa, Tuhan langit dan bumi, karena semuanya itu Dikau sembunyikan bagi orang bijak dan orang pandai, tetapi Dikau nyatakan kepada orang kecil”.


PAUS FRANSISKUS

Penerjemah: Todi Manek, CMF
Cluster Catalina Gading Serpong, 27 Mei 2019


Teks Bahas Inggrisnya bisa pada link di bawah ini!
↓↓↓↓↓↓↓↓↓↓
http://w2.vatican.va/content/vatican/en.html
http://w2.vatican.va/content/francesco/en/events/event.dir.html/content/vaticanevents/en/2019/5/22/udienzagenerale.html

Gambar Paus Fransiskus diambil dari: https://dunia.tempo.co/read/1197812/paskah-paus-fransiskus-ingatkan-dosa-bisa-mengunci-hati

Komentar

Postingan populer dari blog ini

“...SENDI PANGKAL PAHA ITU TERPELECOK...” (KEJ 32:25)

Mengapa sampai sekarang orang Israel tidak memakan daging dari binatang yang menutupi sendi pangkal pahanya? Karena pada zaman dahulu, ketika Yakub (salah satu Bapa bangsa orang Israel) sendirian bermalam di Pniel (lih. Kej 32:24, 30), dia bergulat dengan seorang laki-laki utusan Tuhan (Kej 32:24). Pergulatan itu terjadi sepanjang malam. Di akhir pergulatan itu, ternyata Yakub menang. Karena melihat bahwa ia tak mampu mengalahkan Yakub, laki-laki utusan Tuhan itu memukul pangkal paha Yakub, sehingga sendi pangkal paha itu terpelecok (Kej 32:25). Keesokan harinya, Yakub pincang karena pangkal pahanya itu (Kej 32:31). “Itulah sebabnya sampai sekarang orang Israel tidak memakan daging yang menutupi sendi pangkal paha, karena DIA telah memukul sendi pangkal paha Yakub, pada otot pangkal pahanya” (Kej 32:32). SINGKATNYA, karena Yakub itu Bapa Bangsa mereka, bangsa Israel tidak makan daging dari binatang yang pangkal pahanya tertutup. Mari kita pun mencontohi para Bapa Bangsa k...

Kisah Terjadinya Tiang Garam

“Berkatalah seorang (malaikat Tuhan kepada Lot): “Larilah, selamatkanlah nyawamu; janganlah menoleh ke belakang, dan janganlah berhenti di mana pun juga di lembah Yordan, dan larilah ke pegunungan, supaya engkau jangan mati lenyap” (Kej 19:17). “Tetapi istri Lot, yang berjalan mengikutinya, menoleh ke belakang, lalu menjadi tiang garam” (Kej 19:26). Hari ini kita memperingati seorang martir di Roma. Namanya Raymundus Lullus . Kalau kerapuhan iman istri Lot hanya menyisakan tiang garam di Sodom dan Gomora, darah martir Raymundus Lullus mengokohkan tiang kejayaan kekristenan di Roma. Itulah sebabnya Roma tetap jaya. Meski kecil, tapi pernah dan akan selalu menggoncang hati dunia. Dari sanalah dunia ditata. Suka atau tidak suka, terima atau tidak terima – tapi itulah kenyataanya. Semua ini tak terlepas dari banjir darah dari martir di Roma ini, seorang Kristen sejati, Raymundus Lullus. Menatap semua kejayaan itu, kita boleh bercermin. Ketika para muri...

Kata Ganti Orang dalam Bahasa Dawan (Uab Meto)

(Bahasa Dawan itu Sulit, tapi Lucu dan buat kita Kangen) Kalau saja kamu tidak mengeluh sebelum selesai membaca tulisan yang agak panjang ini, kamu akan menemukan fakta menarik. Pada zaman digital ini, tidak sedikit orang yang mempunyai keinginan untuk mengenal daerah lain. Salah satu daerah yang menjadi destinasi petualangan orang zaman ini adalah Pulau Timor. Perlu disadari bahwa sebagian besar orang Timor, terutama di bagian Tengah (Kefamenanu dan Soe) sampai bagian Barat Timor (Kupang) berbahasa Dawan ( Uab Meto ). Akan tetapi, sayang sekali, tidak sedikit pengunjung yang kurang menikmati petualangan mereka karena kendala Bahasa tersebut. Padahal di tempat-tempat wisata indah yang menjadi destinasi, para petualang harus berkomunikasi dengan orang-orang asli yang hanya bisa berbahasa Dawan. Kan sayang sekali, petualangan menjadi kurang menarik. Fakta selama ini berkisah bahwa sebagian besar orang yang pernah mengunjungi Pulau Timor akan berkesimpulan bahwa Bahasa Dawan...