Langsung ke konten utama

Doa dan Tangis Seorang Ibu



Cinta dan pengorbanan seorang ibu itu luar biasa bagi anak-anaknya. Ibu siap mengandung anaknya selama 9 bulan 10 hari. Jerih payah dan air mata bahkan ceceran darah mengiringi usaha merawat anak dalam rahimnya.

Ibu pun rela menanggung kesakitan saat melahirkan, juga sabar disakiti saat membesarkan anak-anaknya. Namun semua itu selalu dibalut dengan senyum dan tawa. Tak ada orang lain yang lebih tahu betapa menderitanya ia, selain dirinya dan Tuhan.

Doa dan tangis seorang ibu memang tidak sia-sia. Doa membuatnya terbuka dan menerima keadaannya, sedangkan tangis membuatnya mampu meluluhlantahkan hati yang keras. Doa dan tangis seorang ibu mencairkan kebekuan hati dan siap menatap masa depan cerah.

Santa Monika, ibu kandung Santo Agustinus dari Hippo, menjadi saksi dan model bagi kita HARI INI. Doa tiada henti dan tetasan air matanya mampu membawa anaknya pulang ke pangkuan Allah.

Biarkan saya mengutip beberapa kata indah Santa Monika kepada anaknya, Agustinus, untuk menjadi permenungan kita HARI INI.

Anakku, satu-satunya alasan yang membuat aku masih ingin hidup sedikit lebih lama lagi ialah aku mau melihat engkau menjadi seorang Kristen sebelum aku menghembuskan nafasku. Hal itu sekarang telah dikabulkan Allah, bahkan lebih dari itu, Allah telah menggerakkan engkau untuk mempersembahkan dirimu sama sekali kepada-Nya dalam pengabdian yang tulus kepada-Nya. Sekarang apa lagi yang aku harapkan?”

Beberapa hari kemudian, Santa Monika jatuh sakit. Kepada Agustinus, ia berkata: “Anakku, satu-satunya yang kukehendaki ialah agar engkau mengenangkan daku di Altar Tuhan.”

Memang benar, di kemudian hari Agustinus menjadi uskup Hippo yang sangat terkenal, bahkan ia digelari santo dalam Gereja Katolik.

Monika akhirnya meninggal dunia di Ostia, Roma. Hingga kini doa dan tangis santa Monika masih menjadi teladan hidup kita.

Doa menguatkan harapan, cinta, dan iman kita. Tangis membuat kita mampu meluluhkan hati yang keras. Amin.

Yogyakarta, 27 Agustus 2015
Salam Hangat dariku,


Metodius Manek, CMF



Komentar

Postingan populer dari blog ini

“...SENDI PANGKAL PAHA ITU TERPELECOK...” (KEJ 32:25)

Mengapa sampai sekarang orang Israel tidak memakan daging dari binatang yang menutupi sendi pangkal pahanya? Karena pada zaman dahulu, ketika Yakub (salah satu Bapa bangsa orang Israel) sendirian bermalam di Pniel (lih. Kej 32:24, 30), dia bergulat dengan seorang laki-laki utusan Tuhan (Kej 32:24). Pergulatan itu terjadi sepanjang malam. Di akhir pergulatan itu, ternyata Yakub menang. Karena melihat bahwa ia tak mampu mengalahkan Yakub, laki-laki utusan Tuhan itu memukul pangkal paha Yakub, sehingga sendi pangkal paha itu terpelecok (Kej 32:25). Keesokan harinya, Yakub pincang karena pangkal pahanya itu (Kej 32:31). “Itulah sebabnya sampai sekarang orang Israel tidak memakan daging yang menutupi sendi pangkal paha, karena DIA telah memukul sendi pangkal paha Yakub, pada otot pangkal pahanya” (Kej 32:32). SINGKATNYA, karena Yakub itu Bapa Bangsa mereka, bangsa Israel tidak makan daging dari binatang yang pangkal pahanya tertutup. Mari kita pun mencontohi para Bapa Bangsa k...

Kisah Terjadinya Tiang Garam

“Berkatalah seorang (malaikat Tuhan kepada Lot): “Larilah, selamatkanlah nyawamu; janganlah menoleh ke belakang, dan janganlah berhenti di mana pun juga di lembah Yordan, dan larilah ke pegunungan, supaya engkau jangan mati lenyap” (Kej 19:17). “Tetapi istri Lot, yang berjalan mengikutinya, menoleh ke belakang, lalu menjadi tiang garam” (Kej 19:26). Hari ini kita memperingati seorang martir di Roma. Namanya Raymundus Lullus . Kalau kerapuhan iman istri Lot hanya menyisakan tiang garam di Sodom dan Gomora, darah martir Raymundus Lullus mengokohkan tiang kejayaan kekristenan di Roma. Itulah sebabnya Roma tetap jaya. Meski kecil, tapi pernah dan akan selalu menggoncang hati dunia. Dari sanalah dunia ditata. Suka atau tidak suka, terima atau tidak terima – tapi itulah kenyataanya. Semua ini tak terlepas dari banjir darah dari martir di Roma ini, seorang Kristen sejati, Raymundus Lullus. Menatap semua kejayaan itu, kita boleh bercermin. Ketika para muri...

Kata Ganti Orang dalam Bahasa Dawan (Uab Meto)

(Bahasa Dawan itu Sulit, tapi Lucu dan buat kita Kangen) Kalau saja kamu tidak mengeluh sebelum selesai membaca tulisan yang agak panjang ini, kamu akan menemukan fakta menarik. Pada zaman digital ini, tidak sedikit orang yang mempunyai keinginan untuk mengenal daerah lain. Salah satu daerah yang menjadi destinasi petualangan orang zaman ini adalah Pulau Timor. Perlu disadari bahwa sebagian besar orang Timor, terutama di bagian Tengah (Kefamenanu dan Soe) sampai bagian Barat Timor (Kupang) berbahasa Dawan ( Uab Meto ). Akan tetapi, sayang sekali, tidak sedikit pengunjung yang kurang menikmati petualangan mereka karena kendala Bahasa tersebut. Padahal di tempat-tempat wisata indah yang menjadi destinasi, para petualang harus berkomunikasi dengan orang-orang asli yang hanya bisa berbahasa Dawan. Kan sayang sekali, petualangan menjadi kurang menarik. Fakta selama ini berkisah bahwa sebagian besar orang yang pernah mengunjungi Pulau Timor akan berkesimpulan bahwa Bahasa Dawan...