Menatap-Mu dari Kisi-kisi Kabut Pagi

Gelap malam semakin sirna
Dikau fajar kian merekah
Berharap pekat lenyap selamanya
Dikau datang mengusir resah
O fajar, datanglah segera
Hidupku hampa bila kau tiada
Izinkan aku menyapamu lagi
Meski hanya menatap-Mu dari kisi-kisi kabut pagi
O fajar, harapan jiwaku
Datanglah segera, hilangkan gelap
Walau asaku tinggal terpaku
Biarkan aku berdiri tegap
Wahai fajar, kembalikan hidupku
Kemarilah dekat, rangkullah jiwaku
Bangkitkan hasrat biar kembali berpacu
Agar lewat kisi-kisi kabut pagi ini kuselalu menatap-Mu

Gelap malam semakin sirna
Dikau fajar kian merekah
Berharap pekat lenyap selamanya
Dikau datang mengusir resah
O fajar, datanglah segera
Hidupku hampa bila kau tiada
Izinkan aku menyapamu lagi
Meski hanya menatap-Mu dari kisi-kisi kabut pagi
O fajar, harapan jiwakuDatanglah segera, hilangkan gelap
Walau asaku tinggal terpaku
Biarkan aku berdiri tegap
Wahai fajar, kembalikan hidupku
Kemarilah dekat, rangkullah jiwaku
Bangkitkan hasrat biar kembali berpacu
Agar lewat kisi-kisi kabut pagi ini kuselalu menatap-Mu
Metodius Manek, CMF
Yogyakarta, 22 Juni 2015
Komentar
Posting Komentar