Langsung ke konten utama

SAYANG, KINI KUPAHAM: MENGAPA KAMU MENANGIS SAAT ITU...???



Saat kujelaskan semuanya
kamu tak mau menerima
kamu malah membuat aku marah
saat aku terpancing emosi
kamu pun semakin menjadi cerewetnya

baru satu kata keluar dari mulutku
kamu telah memaparkan satu buku
aku pun mulai naik darah
kamu tahu itu, tapi kamu tak mau diam

maaf...
aku pun tak kontrol diri

akhirnya,
pipi lesungmu yang manis kusapu hingga merah

kamu terdiam sejenak
menatapku dalam
aku pun agak gugup,
tp aroganku membalut mataku
hingga aku tak memahami tatapanmu
sebenarnya aku tahu apa maksud tatapanmu

tapi aku tak mau terlihat lemah di depanmu
aku kembali menutup gugupku
tapi kali ini lebih buruk
aku menamparmu
hingga cairan bening keluar dari sudut matamu

sakit...
memang aku tahu itu sakit..
terlihat jelas bahwa kamu dalam perih
terbukti pasti dari bibirmu yang terkatup rapat

kamu tak bersuara
kamu diam dan mematung
hanya air mata dan isak terdengar

tapi maaf....
aku menganggapmu lemah
kamu lemah karena hanya itu kemampuanmu

ya, hanya itu
hanya tangis yang kamu bisa

tahukah kamu:
tangisan itu senjata orang lemah?
bukan hanya itu
tangisan itu sarana mempertahankan diri yang paling primitif

karena itu
kamu tahu kan 
apa yang mau aku katakan?

ini yang ingin kukatakan:
kamu bukan lugu, tapi bodoh
karena hanya gaya primitif-lah yang kamu punya
kamu pikir aku pun orang primitif'
yang dengan gampang bisa diluluhkan dengan tangismu

air matamu takkan pernah membuatku luluh
air matamu penuh dusta
air matamu najis
durhaka...

................................................................

tapi kini aku sadar
setelah kutelusuri lorong-lorong kota
kolong jembatan
emperan toko
dan banyak tempat lain lagi
yang kutemui hanya 'itu'
hanya 'itu'

kutemui mereka banyak berserakan
aku tak tahu mengapa mereka ada di sana
tapi orang-orang menyebut mereka orok

bukan hanya itu
orang-orang pun menyebut mereka hasil aborsi

aborsi
ya, aborsi
orang-orang menyebutnya aborsi

cintaku
permata hatiku
buah jatungku

maaf
aku menyesal
aku baru sadar
ternyata aku salah
aku tahu sekarang
ternyata kamu tidak bodoh
ya, kamu bukan orang bodoh

kamu menangis
kamu diam
kamu tak berkata lagi setelah kutampar
kamu mematung
kamu kaku

ternyata itu bukan tandanya orang bodoh
ternyata kamu sangat bijak
kamu sangat cerdas

kamu cintaku
buah jantungku

aku tahu sekarang
ternyata tangisanmu itu
terlukis satu kalimat indah
kini aku temukan
dan ternyata benar:
KAMU MENCINTAI-KU

aku tahu sekarang 
cintamu tulus
ternyata kamu menangis bukan karena kamu lemah
kamu menangis karena kamu tak mau memojokkanku lagi
kamu diam karena kamu tak mau aku semakin marah

cintaku
buah jantungku
kekasih hatiku

saat kamu kuserang
kamu berkata banyak
saat kamu kutampar
sekali, dua kali, tiga kali
dan akhirnya berkali-kali
kamu hanya menjawabku dengan tangis

tapi sayangku
buah jantungku
kekasih jiwaku

kamu itu
ya, kamu itu masih bisa menangis
tapi saat kuberjalan di lorong-lorong kota
kolong jembatan
emperan toko

.......................

????
'
......................

cintaku
buah jantungku
kamu pasti bisa menebak apa yang ingin kukatakan

ini yang ingin kukatakan:
saat itu,
ya saat jalan-jalanku sore itu,
jalan-jalanku menyusuri lorong kota
kolong jembatan 
emperan toko

???

di sana hanya ada diam
sunyi
sepi 
mencekam

tak ada suara
tak ada ratap tangis
tak ada air mata

yang kutemui di sana
hanya sekumpulan onggokan daging

dan wahai cintaku...
buah jantungku
belahan jiwaku

orang-orang menyebut mereka orok
ya, mereka itu orok manusia
mereka itu manusia

sayangku mereka itu
kata orang-orang:
mereka itu hasil aborsi

sayangku,
kalau kamu masih bisa menjawab kemarahanku dengan penjelasan kata
dan kamu juga menangis saat kumenamparmu
ternyata
mereka itu hanya diam
ya mereka itu tak menjawabku
saat kusapa
hanya diam yang kudapat
saat kusentuh
hanya bisu yang kudekap

sayangku,
jangankan berkata padaku
bahkan menangis pun mereka tak sanggup
padahal tangisan itu 
cara mempertahankan diri yang paling primitif
ya, tangisan itu sarana paling minimal untuk membela diri

tapi itu pun tak ada pada mereka

kini kutahu
tangisanmu berarti bagiku

bukan suatu kebodohan
bukan juga senjata orang lemah yang malas berpikir

ternyata tangisan itu
ungkapan cinta akan kehidupan
tangisan itu usaha untuk berada tetap pada jalur cinta

tangisan itu
ya tangisan itu suatu ungkapan
bahwa

KAMU LAYAK DICINTAI

maafkan aku sayang telah menyakitimu


Yogyakarta, 15 April 2015
Metodius Manek, CMF


Komentar

Postingan populer dari blog ini

“...SENDI PANGKAL PAHA ITU TERPELECOK...” (KEJ 32:25)

Mengapa sampai sekarang orang Israel tidak memakan daging dari binatang yang menutupi sendi pangkal pahanya? Karena pada zaman dahulu, ketika Yakub (salah satu Bapa bangsa orang Israel) sendirian bermalam di Pniel (lih. Kej 32:24, 30), dia bergulat dengan seorang laki-laki utusan Tuhan (Kej 32:24). Pergulatan itu terjadi sepanjang malam. Di akhir pergulatan itu, ternyata Yakub menang. Karena melihat bahwa ia tak mampu mengalahkan Yakub, laki-laki utusan Tuhan itu memukul pangkal paha Yakub, sehingga sendi pangkal paha itu terpelecok (Kej 32:25). Keesokan harinya, Yakub pincang karena pangkal pahanya itu (Kej 32:31). “Itulah sebabnya sampai sekarang orang Israel tidak memakan daging yang menutupi sendi pangkal paha, karena DIA telah memukul sendi pangkal paha Yakub, pada otot pangkal pahanya” (Kej 32:32). SINGKATNYA, karena Yakub itu Bapa Bangsa mereka, bangsa Israel tidak makan daging dari binatang yang pangkal pahanya tertutup. Mari kita pun mencontohi para Bapa Bangsa k...

Kisah Terjadinya Tiang Garam

“Berkatalah seorang (malaikat Tuhan kepada Lot): “Larilah, selamatkanlah nyawamu; janganlah menoleh ke belakang, dan janganlah berhenti di mana pun juga di lembah Yordan, dan larilah ke pegunungan, supaya engkau jangan mati lenyap” (Kej 19:17). “Tetapi istri Lot, yang berjalan mengikutinya, menoleh ke belakang, lalu menjadi tiang garam” (Kej 19:26). Hari ini kita memperingati seorang martir di Roma. Namanya Raymundus Lullus . Kalau kerapuhan iman istri Lot hanya menyisakan tiang garam di Sodom dan Gomora, darah martir Raymundus Lullus mengokohkan tiang kejayaan kekristenan di Roma. Itulah sebabnya Roma tetap jaya. Meski kecil, tapi pernah dan akan selalu menggoncang hati dunia. Dari sanalah dunia ditata. Suka atau tidak suka, terima atau tidak terima – tapi itulah kenyataanya. Semua ini tak terlepas dari banjir darah dari martir di Roma ini, seorang Kristen sejati, Raymundus Lullus. Menatap semua kejayaan itu, kita boleh bercermin. Ketika para muri...

Kata Ganti Orang dalam Bahasa Dawan (Uab Meto)

(Bahasa Dawan itu Sulit, tapi Lucu dan buat kita Kangen) Kalau saja kamu tidak mengeluh sebelum selesai membaca tulisan yang agak panjang ini, kamu akan menemukan fakta menarik. Pada zaman digital ini, tidak sedikit orang yang mempunyai keinginan untuk mengenal daerah lain. Salah satu daerah yang menjadi destinasi petualangan orang zaman ini adalah Pulau Timor. Perlu disadari bahwa sebagian besar orang Timor, terutama di bagian Tengah (Kefamenanu dan Soe) sampai bagian Barat Timor (Kupang) berbahasa Dawan ( Uab Meto ). Akan tetapi, sayang sekali, tidak sedikit pengunjung yang kurang menikmati petualangan mereka karena kendala Bahasa tersebut. Padahal di tempat-tempat wisata indah yang menjadi destinasi, para petualang harus berkomunikasi dengan orang-orang asli yang hanya bisa berbahasa Dawan. Kan sayang sekali, petualangan menjadi kurang menarik. Fakta selama ini berkisah bahwa sebagian besar orang yang pernah mengunjungi Pulau Timor akan berkesimpulan bahwa Bahasa Dawan...